Sunday, August 16, 2009

Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan. Averaging diambil saat kita yakin bahwa perubahan harga yang terjadi akan kembali berubah sesuai prediksi semula.Contoh KasusMr. X memprediksi bahwa harga akan naik makadia membuka posisi Buy.Namun harga ternyata bergerak turunMr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannyaharga hanya akan turun sesaat dan akan kembalinaik sesuai analisa sebelumnyaDia memutuskan .....Membuka Posisi Buy Baru saat harga turunsehingga ketika harga naik kembali dia bukanhanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligusTernyata benar, tidak lama kemudian harga naikdan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut,yang pertama dan yang kedua.Detail Kasus:Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1,8850 dengan jumlah 1 lot. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisamelikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itudia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1,8800 dan Stop Limit pada 1.8900.Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825.Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1,8825 dengan jumlah 1 lot. Dia juga memasang Stop Loss di 1,8800 dan Stop Limit pada 1.8900.Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1,8900.Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :Diketahui bahwa Pip Value saat itu sebesar Rp 9200 dan komisi per lot sebesar Rp 50.000.Posisi I :Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}Profit/Loss = 1 x {((1,8900 - 1.8850) x 9200) - 50000}Profit = 1 x { Rp 460.000 - Rp 50.000}Profit Posisi I = Rp 410.000,-Posisi II :Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}Profit/Loss = 1 x {((1,8900 - 1.8825) x 9200) - 50000}Profit = 1 x { Rp 690.000 - Rp 50.000}Profit Posisi II = Rp 640.000,-

No comments:

Post a Comment